Bagaimana jika kepercayaan pasar terlalu berlebihan pada rencana pengetatan ECB, sell EUR/USD?

Inflasi global direncanakan melambat pada paruh waktu kedua tahun ini, yang akan mendorong lebih banyak bank sentral memilih tingkat FX yang lebih rendah

 

Pertumbuhan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada bulan Juli meningkat 0,1% m/m, membuat pertumbuhan 1,7% y/y, kedua angka tersebut sedikit lebih rendah dari perkiraan. Inflasi telah melambat selama lima bulan berturut-turut, menimbulkan pertanyaan apakah target tahunan Fed sebesar 2% dapat dicapai. Dolar turun tajam setelah data mengecewakan.

Namun, kami tidak berpikir tingkat inflasi yang begitu begitu saja akan mengubah jalan normalisasi kebijakan Fed tahun ini. Dengan valuasi tinggi saat ini dipasar saham AS dan turunnya dolar AS, ada ruang bagi Fed untuk menaikkan suku bunga kebijakan sekali lagi tahun ini. Bandingkan tingkat dana Fed saat ini sebesar 1,25%, model aturan Taylor menunjukkan bahwa tingkat suku bunga AS saat ini seharusnya 200-250bp lebih tinggi. Selain itu, pasar tenaga kerja AS yang stabil juga mendukung tingkat bunga yang lebih tinggi.

Walaupun melambatnya inflasi AS kelihatannya sedikit berpengaruh terhadap keputusan suku bunga Fed pada paruh kedua tahun ini, namun ini mempersulit pasar modal pada periode ini. Tidak hanya investor yang peduli dengan inflasi dan tingkat imbal hasil AS, namun bank sentral diseluruh dunia juga sangat memperhatikan hal tersebut. Begitu stagnasi inflasi di Amerika Serikat, atau Cina terlihat, kawasan lain termasuk kawasan euro, pasar negara berkembang dan Oceania akan terpengaruh juga. Saat ini, pertumbuhan inflasi ekonomi negara maju dibawah target bank sentral mereka (sebagian besar ditetapkan sebesar 2%). Karena itu, tidak satu pun dari bank sentral ini yang bersedia melihat tingkat FX mereka sendiri yang tetap berada dalam tren apresiasi. Sebagian besar bank sentral saat ini hampir tidak memiliki ruang untuk mengurangi tingkat kebijakan, menurunkan nilai tukar adalah satu-satunya cara untuk mencegah kebijakan moneter mengetat terlalu cepat.

Ambil contoh ECB dan euro. Apresiasi euro selama beberapa bulan terakhir tidak hanya terhadap dolar, namun suatu perolehan keuntungan dalam keranjang mata uang. Data minggu lalu menunjukkan penurunan ekspor Jerman pada bulan Juni hampir mencapai laju tercepat dalam dua tahun terakhir. Data ini mungkin cukup menarik perhatian Draghi ECB apakah perlu baginya untuk "membalikkan" euro. Dipasar ekuitas Eropa, apresiasi euro mendorong investor untuk menjual portofolio mereka disektor medis, konsumen, dan energi. Sementara di Amerika Serikat, banyak perusahaan melaporkan hasil earning lebih baik dari perkiraan karena melemahnya dolar. Jika fenomena ini berlanjut dalam beberapa bulan kedepan, kami yakin posisi kebijakan moneter ECB akan berubah dari "netral" saat ini menjadi "sedikit dovish". Ini tidak sulit bagi Mario Draghi, dia dapat dengan mudah menunda jadwal pengetatan kebijakan dengan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap inflasi yang lebih lambat, namun niat sebenarnya di baliknya adalah menekan imbal hasil euro dan obligasi yang lebih rendah.

 

Petikan Kita

EUR/USD – Agak bearish. Dolar mungkin mengalami beberapa rebound teknis ditengah rilisnya Notulen FOMC minggu ini. Pasangan ini bisa retrace ke 1.1780.

 eurusd-h1-fullerton-markets-limited.png

 

USD/JPY – Agak bullish. Pasangan ini terlihat beberapa support mendekati level 108.50. Jika level terdukung, harga bisa naik dan test 110.45.

 usdjpy-d1-fullerton-markets-limited.png

 

XAU/USD (Emas) – Agak bearish. Harga bisa membentuk pola triple top, dan itu bisa mendorong harga emas lebih rendah menuju 1.265.

 xauusd-d1-fullerton-markets-limited.png

 

Berita Top Minggu Ini (GMT+8 zona waktu)

Zona Euro: PDB 2Q flash. Rabu, 16 Agustus, pukul 17.00.

Kami memperkirakan angka berada pada 0.7% (angka sebelumnya 0.6%).

A.S. : Notulen FOMC untuk July.  Kamis, 17 Agustus, pukul 02.00

Market will pay high attention to any clue on balance sheet unwinding

Perhatian pasar akan tinggi terhadap setiap petunjuk mengenai neraca unwinding

 

 Open

 

 

Tim Riset Fullerton Markets

Mitra Komitmen Dagang Anda