Melemahnya data A.S. mungkin akan mendorong USD/JPY turun di bawah 113, waktu yang tepat untuk posisi short?

 LTL.png

 

Risiko penurunan dolar AS terlihat meningkat setelah inflasi melemah

Indeks dolar turun di bawah rata rata pergerakan 200 hari pada selama sesi Jumat malam dan imbal hasil Treasury 10-tahun AS beringsut lebih rendah setelah inflasi A.S. lebih lambat dan pertumbuhan penjualan ritel yang mengecewakan tertimbang pada laju ekspektasi kenaikan suku bunga Fed tahun ini. Bersama melemahnya data PPI Cina yang dirilis minggu lalu, menurut kami pertumbuhan inflasi global menghadapi risiko pelambatan.

Inflasi pada ekonomi terbesar dunia melambat pada bulan April dengan laju tahunan sebesar 1.9%. Ini tingkat terendah hampir dalam dua tahun dan dibawah ambang kunci 2%. Sementara itu, penjualan ritel naik hanya 0.2% MoM dibulan April, dibawah konsensus 0.4%. Meski Fed banyak mengharapkan menaikkan suku bunga pada pertemuannya bulan depan, tingkat laju normalisasi pada semester II diperkirakan akan melambat jika tren tersebut menegaskan pertumbuhan inflasi yang lebih lambat. Pasar telah meramalkan dua kenaikan tahun ini setelah kenaikan 25bp dua bulan lalu, setiap laju kenaikan melambat akan melemahkan kekuatan dolar A.S. Bagan di bawah ini menunjukkan bahwa suku bunga dana Fed telah sesuai dengan tren tingkat inflasi A.S. dalam jangka waktu yang panjang.

 Chart.png

 

Inisiatif 'Belt & Road' Cina membantu meningkatkan sentimen pada yuan dan sisa mata uang EM, bukan berita baik bagi dolar A.S.

Presiden Cina Xi Jinping menjanjikan $124 miliar selama akhir pekan untuk rencana baru Jalur Sutra - nya untuk membangun jalan perdamaian, inklusivitas dan perdagangan bebas, dan menyerukan melupakan model lama berdasarkan persaingan dan memainkan kekuatan diplomatik. Strategi rencana belt & road hadir dengan rencana internasionalisasi yuan kedepannya, sebagai dana penyokong denominasi utama dalam mata uang yuan ke Jalur Sutra yang baru dijanjikan. Dana tersebut mencakup tambahan 100 miliar yuan ke Silk Road Fund yang sudah ada, pinjaman 380 miliar yuan dari dua polis bank dan 60 miliar yuan untuk membantu negara-negara berkembang dan badan-badan internasional di negara-negara di sepanjang jalur perdagangan baru. Hal seperti itu mengharuskan yuan untuk lebih internasional daripada statusnya saat ini. Jika Cina perlu mewujudkannya, negara mungkin harus berada pada posisi mata uang yang stabil, jika tidak arus keluar modal akan meningkat seiring dengan pasar modal yang lebih liberal. USD/CNY telah bergerak di bawah 6.9 lagi akhir-akhir ini, yang bisa menjadi upaya otoritas Cina untuk menstabilkan mata uangnya. Yuan yang stabil juga akan mempengaruhi mata uang lain di kawasan ini, seperti TWD, MYR, KRW, dan yang lainnya, apresiasi mata uang ini juga dapat menyebabkan lemahnya dolar A.S.

 

Data ekonomi Zona Euro kedepannya bisa mendukung mata uang tunggal

EUR/USD dapat mempertahankan pergerakan di atas 1.1000 minggu ini didukung oleh menguatnya kegiatan ekonomi Zona Euro. PMI meningkat di sektor manufaktur dan jasa menyerukan pertumbuhan PDB pada kuartal pertama agar berada dalam kondisi yang baik. Survei sentimen ekonomi ZEW yang dirilis pada hari Selasa kemungkinan akan meningkat karena rendahnya risiko politik. Implikasinya adalah ECB mungkin mulai mengurangi akomodasi kebijakan moneter segera daripada terlambat yang menjadi pertanda baik bagi EUR. Menariknya, Der Spiegel melaporkan pada hari Jumat bahwa ECB kemungkinan akan mengindikasikan pergeseran dari posisi kebijakan moneter super akomodatif pada awal Juli

 Chart2.png

 

Petikan Kita

EUR/USD – Agak bullish.  Kami memperkirakan pasangan ini bergerak menuju 1.10 dalam beberapa hari mendatang jika data ekonomi mengalahkan perkiraan sebelumnya.

 FM WMR 20170515-EURUSDH4.png

 

USD/JPY – Agak bearish.  Kami memperkirakan melemahnya sentimen pada dolar bisa menyeret pasangan ini ke 113

 FM WMR 20170515-USDJPYH4.png

 

Berita Top Minggu Ini (GMT+8 zona waktu)

Zona Euro: GDP. Selasa, 16 Mei, 17.00.

Kami memprkirakan angka muncul pada 0.6% (angka sebelumnya 0.5%).

Inggris: CPI. Selasa, 16 Mei, 16.30.

Kami memperkirakan angka muncul pada 2.5% (angka sebelumnya 2.3%).

Jepang: GDP. Kamis, 18 Mei, 07.50.

Kami memperkirakan angka muncul pada 0.3% (angka sebelumnya 0.3%).

 

 

Tim Riset Fullerton Markets

Mitra Komitmen Dagang Anda